Roy Keane menyebut Jack Wilshere Sebagai pemain yang overrated

Roy Keane telah melancarkan keritikan tajam terhadap penampilan Arsenal melawan Ostersund setelah tim asuhan Arsene Wenger kalah 2-1 dari tim kecil asal Swedia.

Meski kalah, tim Liga Primer Inggris melaju ke babak 16 besar Liga Europa setelah menang agregat 4-2 pada hari Kamis.

Mantan gelandang Manchester United itu tidak terkesan, namun, saat ia menyerang dan mnegkritik sikap buruk para pemain The Gunners dalam permainan setelah di awal laga mereka bertindak ceroboh membuat mereka harus mengakui dua gol cepat di babak pertama.

Keane menggunakan penampilan The Gunners sebagai contoh bagaimana tidak memulai pertandingan sebelum memberi label kepada pemain tengah Jack Wilshere sebagai ‘pemain yang paling overrated di tim’.

Ketika ditanya untuk menggambarkan kinerja Arsenal, pundit sepakbola tersebut tidak menahan diri untuk mengatakan: “Di mana saya memulai … Saya pikir Arsenal adalah contoh bagus bagaimana memulai permainan sepak bola. Kita bisa saja berbicara tentang permainan buruk diawal, namun mereka sangat lambat menahan serangan, permainan sangat buruk, kelakuan pemain yang sangat buruk juga.

“Sang manajer menyimpulkannya. Tidak ada energi, tidak ada keinginan, Anda mencari pemain senior Anda untuk memimpin dengan cara memberi contoh.

“Saya selalu berpikir, saat Wilshere adalah kapten Anda, bagi saya, mungkin pemain paling overrated di planet ini.

“Dan mereka beruntung dengan hasil di akhir itu. Jika dirimu memulai permainan dengan sangat lambat, bagaimanapun bagusnya dirimu bermain itu akan sulit bagi dirimu untuk bisa memulai bermain bagus. Dirimu tidak bisa berpindah kecepatan dengan begitu saja.

Penghinaan besar-besaran bisa dihindari Arsenal, namun hal ini bisa jadi berpengaruh pada laga selanjutnya ketika Arsenal bermain di final Piala Liga Inggris melawan Manchester City.

Ya, mereka akhirnya memastikan tempat mereka di babak 16 besar Liga Europa dengan skor akhir 4-2 namun, setelah kalah 2-0 melawan klub yang telah ada kurang dari waktu dibanding Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal, pukulannya masih spektakuler terasa.

Secara terpisah, kekalahan 2-1 pada malam itu juga merupakan hasil terburuk dalam keseluruhan sejarah Arsenal. Ostersunds, setelah semua, membuat debut mereka di kompetisi Eropa dan hanya bermain fixture ini di tengah minimnya pelatihan akibat kondisi musim dingin di markas mereka dan istirahat liga sejak Desember di liga Swedia.